Setiap tahun, jutaan orang berlomba mengikuti seleksi memperebutkan formasi CPNS yang ditawarkan demi mendapatkan pekerjaan yang stabil, gaji tetap, serta jenjang karir yang jelas. Menurut artikel Kompas TV, tercatat sebanyak 3.963.832 orang mendaftar di akun sscasn.bkn.go.id pada tahun 2024. 

Dibalik tingginya antusiasme yang ada, tidak sedikit peserta yang gagal hanya karena memilih formasi CPNS yang terlalu tinggi peminatnya. Banyak pelamar fokus pada instansi populer seperti kementerian besar atau kota favorit, tanpa mempertimbangkan tingkat persaingan yang sebenarnya sangat ketat. 

Sebaliknya, beberapa instansi dan jabatan tertentu setiap tahun justru kekurangan pelamar, bahkan ada yang jumlah pendaftarnya jauh lebih sedikit dibanding kuota yang tersedia. Kondisi ini tentu merupakan peluang emas bagi peserta yang ingin bermain lebih realistis dan strategis dalam persaingan menjadi ASN. 

Formasi CPNS sepi peminat biasanya terdapat pada instansi daerah, jurusan tertentu, atau penempatan khusus yang kurang diminati banyak orang. Bahkan, tidak sedikit formasi yang hanya diperebutkan oleh segelintir pelamar saja. Meski terdengar kurang populer, beberapa formasi ini tetap menawarkan gaji, tunjangan, dan jenjang karir yang menarik.

Melalui artikel ini, kita akan membahas formasi CPNS yang sering sepi peminat, alasan mengapa peluangnya lebih besar, hingga strategi memilih formasi yang realistis agar kesempatan lolos CPNS semakin tinggi. Jika Anda ingin bermain strategi, bukan sekadar ikut arus, artikel ini wajib dibaca sampai selesai. 

Baca juga: CPNS 2026 Kapan dibuka? Ini Jadwal, Syarat, dan Tipsnya – Bimbel Terbaik Jogja-Kelas Sore 

Analisa Instansi CPNS Sepi Peminat

Merujuk data yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), diketahui terdapat beberapa instansi pusat dan daerah yang memiliki jumlah pelamar paling sedikit beberapa tahun terakhir. Penyebabnya dapat dikategorikan menjadi beberapa faktor utama yaitu:

1. Nama Instansi Kurang Populer di Kalangan Pelamar CPNS

Mayoritas peserta CPNS lebih mengenal kementerian besar seperti Kemenkumham, Kemenkeu, Kejaksaan, atau Kemenkes dibanding lembaga teknis lain. Akibatnya, instansi yang terdengar asing di telinga orang awam menjadi kurang dilirik meskipun sebenarnya memiliki peluang lolos lebih besar. 

Banyak peserta CPNS cenderung memilih instansi yang sering muncul di media sosial, terkenal dengan tunjangan yang besar atau dianggap memiliki gengsi tinggi. Sementara lembaga yang jarang terekspos otomatis kehilangan perhatian pelamar.

Berikut beberapa instansi pusat yang kurang populer berdasarkan data BKN di penerimaan CPNS 2024 dilansir dari IkutPsikotes:

InstansiFormasi dibutuhkanJumlah PelamarRasio Penerimaan
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)653455,3
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB)613746,1
Sekretariat Jenderal Komnas HAM3841610,9
Sekretariat Jenderal MPR2542717,1
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)5004600,9
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)5374514,1
Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Pertahanan Nasional (Setjen Wantannas)6483813,1
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)1948774,5
Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (Setjen KY)1459706,7
Badan Informasi Geospasial82110713,5

Berdasarkan data diatas, formasi Setjen MPR memiliki rasio penerimaan sebesar 17,1 poin. Dapat diartikan bahwa untuk setiap 1 orang pelamar harus bersaing dengan 17,1 pelamar lainnya. Rasio ini tergolong masih rendah dibandingkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan nilai sebesar 59,7. 

Hal yang menarik adalah tunjangan kinerja yang diterima oleh PNS Setjen MPR berkisar antara Rp. 1.968.000,00 sampai Rp. 29.085.000,00. Hanya berbeda sedikit dibandingkan PNS Kemenkumham yang berada pada kisaran Rp. 2.531.250,00 – Rp. 33.240.000,00 ( diluar tunjangan lainnya). Perbandingan sederhana antara kedua instansi ini menunjukkan bahwa formasi instansi yang sepi peminat bukan berarti tidak memiliki keunggulan yang bakal dapat dinikmati oleh calon PNS kelak. 

2. Formasi membutuhkan Keahlian Sangat Spesifik

Instansi seperti BRIN, BMKG, BPOM, dan beberapa lembaga teknis pada umumnya membuka formasi dengan kebutuhan jurusan yang sangat spesifik. Tidak jarang disertai dengan pengalaman yang cukup dan gelar diatas S1. 

Beberapa formasi yang dibuka meliputi analis kebijakan, statistisi, peneliti, arsiparis, pranata laboratorium, teknik geologi, klimatologi. Karena syarat pendidikan yang eksklusif, jumlah peserta yang memenuhi kualifikasi otomatis jauh lebih sedikit.

Fenomena ini dapat dilihat pada instansi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang membuka sekitar 500 formasi pada tahun 2024 tetapi jumlah pelamarnya relatif rendah dibanding instansi besar lain sehingga rasio pelamar hanya 0,9 (dapat dilihat di tabel sebelumnya). 

(Baca juga: Jurusan Kuliah yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja 2025 )

3. Penempatan Berada di Daerah Terpencil

Data formasi CPNS di banyak daerah luar Jawa selama beberapa tahun terakhir menunjukkan pola konsisten pelamar yang sangat minim, terutama di wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan daerah kepulauan.  Beberapa pemerintah daerah seperti Kota Gorontalo, Bangli, Pohuwato, dan Tidore Kepulauan memiliki jumlah pelamar sangat rendah dibanding formasi yang dibuka (Dikutip dari Dealls.com berdasarkan data tahun 2024). 

Fenomena ini terjadi karena sebagian besar peserta CPNS masih berorientasi pada: kota besar, wilayah dekat rumah, fasilitas lengkap, akses transportasi mudah. Kenyataan ini justru menghasilkan potensi peluang lolos yang jauh lebih tinggi di pemerintah daerah terpencil akibat kekurangan pelamar.

Hal serupa juga terlihat pada formasi Bawaslu daerah yang membuka banyak posisi analis hukum di kabupaten terpencil seperti Yahukimo, Tolikara, Mamberamo, hingga Raja Ampat. Banyak formasi tersebut minim pesaing karena lokasi penempatan dianggap terlalu jauh. 

Sebagai informasi tambahan, rentang gaji untuk posisi PNS Bawaslu berkisar antara Rp. 5.000.000 hingga Rp. 7.000.000. Nilai tersebut bukan suatu nominal yang kecil sehingga formasi ini layak untuk dijadikan pertimbangan terutama bagi putra putri daerah.

4. Peserta Takut Risiko Penempatan Jangka Panjang 

Banyak peserta CPNS menganggap penempatan daerah berarti harus menetap selamanya. Sekalipun proses mutasi pada kenyataannya tidaklah sederhana dalam praktik ASN, peluang mutasi tetap ada setelah memenuhi persyaratan tertentu. 

Syarat utama pengajuan pindah dengan alasan pribadi adalah pemohon telah menjalani pengabdian selama 10 tahun sejak diangkat menjadi PNS. Syarat lainnya adalah tidak sedang menjalani proses hukuman disiplin atau pidana, mendapat persetujuan dari instansi awal dan tujuan. Berdasarkan fakta tersebut, para peserta dapat mempertimbangkan peluang maupun resiko dalam mengambil formasi CPNS di daerah yang jauh dari domisili asalnya.

Strategi Lolos CPNS 

Berdasarkan 4 faktor diatas, dapat disimpulkan strategi yang tepat dalam menghadapi seleksi CPNS adalah: 

  • Mulai dengan melakukan riset formasi yang realistis sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta. 
  • Pelajari formasi yang dibuka oleh instansi dengan nama yang asing terdengar. 
  • Jangan merasa “alergi” untuk mengecek potensi CPNS di daerah yang jauh dari domisili anda sekarang. 
  • Cek perkembangan jumlah pelamar terbaru secara berkala selama periode seleksi CPNS melalui website dan media sosial BKN RI.
  • Mulailah sedini mungkin untuk mengembangkan kemampuan khusus yang tidak banyak dimiliki orang lain, terutama bagi pelajar atau mahasiswa. 
  • Menggabungkan keuntungan kemampuan khusus dan lokasi penempatan yang akan melipatgandakan peluang lolosnya seleksi CPNS. 

(Baca juga: Jurusan Kesehatan Apa Saja? Pilihan Terbaik untuk Karier Medis)

 Persiapan materi utama ujian Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) CPNS merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan dalam persaingan menjadi ASN. Strategi yang tepat tapi tidak dibarengi oleh kemampuan menguasai materi ujian dasar tidak akan membawa hasil yang memuaskan.  

Jika ingin belajar materi ujian CPNS dengan lengkap, kamu bisa mengikuti program persiapan CPNS dari KelasSore.id yang menyediakan:

  • Tim pengajar yang berpengalaman dan ahli dalam bidang ujian SKD CPNS
  • Simulasi CAT CPNS 
  • Kurikulum komprehensif meliputi latihan soal TWK, TIU, dan TKP beserta pembahasannya.
  • Strategi lolos SKD CPNS
  • Tes TOEFL: Free kelas TOEFL Preparation dan TOEFL Prediction Test (SK Dinas)

Mulai persiapan lebih awal bersama Kelassore.id agar lebih siap menghadapi seleksi CPNS berikutnya. Butuh konsultasi? Klik link di bawah ini! Gratis!

Konsultasi Gratis