fbpx

Konjungsi Bahasa Indonesia: Jenis, Contoh dan Penggunaannya

konjungsi bahasa indonesia

kelassore.id – Halo pembelajar! Kali ini kita akan belajar lagi nih. Apa yang akan kita pelajari kali ini? Kita akan belajar tentang konjungsi bahasa Indonesia atau dalam bahasa Inggris bisa kita sebut conjunction. Kamu sudah tahu apa itu konjungsi? jika Kamu belum tahu, kamu wajib untuk tahu tentang konjungsi, dan memahami Bahasa Indonesia secara mendalam. Masa kita tidak paham bahasa nasional kita sendiri, nah tanpa perlu berlama-lama, mari kita langsung ke materinya.

Pengertian Konjungsi Bahasa Indonesia

Apa sih konjungsi itu? Konjungsi adalah kata sambung. Konjungsi yaitu sebuah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, ungkapan, atau kalimat. Karena berfungsi untuk menghubungkan kata atau kalimat konjungsi tidak bisa ditaruh di akhir kalimat. Jika kamu masih bingung coba lihat contoh di bawah ini.

“Saya mengerjakan soal lalu saya mengumpulkannya”

Kata yang dipertebal di atas merupakan konjungsi. Dari contoh di atas kamu bisa melihat bahwa kata “lalu” digunakan untuk menghubungkan kalimat pertama ( “Saya mengerjakan soal”” dan kalimat ke dua (“saya mengumpulkannya”).

Tentunya kamu sudah tahu kan kira-kira kata apa saja yang termasuk konjungsi, karena kata ini banyak kita gunakan sehari-hari.

Jenis-jenis Konjungsi

Ada 4 jenis konjungsi yang perlu kamu ketahui. Apa saja? Simak beriikut ini:

1. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi Koordinatif biasa juga disebut dengan kata hubung setara, kenapa? Sesuai fungsinya, kata ini digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang kedudukannya setara. Kata ini juga harus diletakan di tengah kalimat, tidak bisa di depan atau di belakang. Kata yang termasuk dalam konjungsi koordinatif adalah:

  • Dan: “Saya suka makanan pedas dan
  • Atau: “Kamu bisa memilih kue coklat atau
  • Melainkan: “Tomat bukan sayur melainkan buah”
  • Padahal: “saya mendapat nilai buruk padahal sudah belajar”
  • Sedangkan: “saya suka makanan pedas sedangkan adik saya suka makanan manis”
  • Serta: “dia asalah seorang penulis serta editor handal”
  • Tetapi: “Saya suka anjing, tetapi adik saya lebih suka kucing.”
  • Dan/atau: “Silakan pilih warna yang Anda suka, dan/atau desain yang Anda inginkan”

2. Konjungsi Korelasi

Konjungsi korelasi digunakan sebagai kata hubung untuk kata atau frasa yang memiliki status sintaktis yang sama. Konjungsi korelatif terdiri datas dua bagian yang secara umum terpisah antara satu dengan yang lain. Berikut adalah kata yang termasuk dalam konjungsi korelasi dan contoh kalimatnya:

  • Baik … maupun: “Ia baik dalam olahraga sepak bola maupun basket.”
  • Tidak hanya … tetapi juga: “Dia tidak hanya pandai dalam matematika, tetapi juga ahli dalam bahasa Inggris.”
  • Karena … maka: “Dia terlambat karena hujan deras, maka dia basah kuyup.”
  • Sampai … pun: “Saya akan menunggu sampai ia selesai, pun jika itu memakan waktu lama.”
  • Entah … atau:Entah dia lupa, atau dia tidak peduli.”
  • Sekalipun … namun:Sekalipun hujan deras, namun kami tetap pergi ke taman.”
  • Sementara … demikian pula: “Sementara dia suka musik klasik, demikian pula saudaranya.”
  • Dengan … sambil: “Dia mengobrol dengan teman-temannya sambil mengerjakan tugasnya.”
  • Jika tidak … maka: “Jika tidak ada hujan, maka kita akan pergi bermain ke taman.”
  • Seandainya … niscaya:Seandainya dia belajar dengan giat, niscaya dia akan lulus ujian.”

3. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah kata atau yang digunakan untuk menghubungkan klausa subordinatif (klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh) dengan klausa induktif (klausa yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh). Konjungsi subordinatif mengindikasikan hubungan antara kedua klausa tersebut. Berikut adalah beberapa contoh konjungsi subordinatif dan contoh kalimatnya:

  • Karena: “Dia tidak datang ke pesta karena dia sedang sakit.”
  • Sebelum: “Dia pergi ke supermarket sebelum pulang ke rumah.”
  • Setelah: “Dia makan malam setelah menyelesaikan pekerjaannya.”
  • Meskipun: “Dia tetap senang meskipun cuaca buruk.”
  • Agar: “Dia berlatih setiap hari agar menjadi pemain sepak bola yang hebat.”
  • Selagi: “Dia belajar bahasa Spanyol selagi tinggal di Madrid.”
  • Karena: “Dia lari ke halte bus karena dia takut terlambat.”
  • Supaya: “Saya menulis catatan supaya saya tidak lupa.”
  • Sampai: “Dia menunggu sampai kereta datang.”
  • Seolah-olah: “Dia berpakaian bagaikan seorang raja seolah-olah dia adalah seorang bangsawan.”
  • Walaupun: “Dia tetap tersenyum walaupun dia sedang sedih.”
  • Jika: “Saya akan datang jika saya selesai dengan pekerjaan ini.”
  • Meskipun: “Dia makan pizza meskipun dia sebenarnya tidak suka.”

4. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi dalam bahasa Indonesia selanjutnya adalah kojungsi antar kalimat. Sesuai dengan namanya, konjungsi ini berfungsi sebagai penghubung antara dua kalimat. Konjungsi ini digunakan pada awal kalimat. Contoh konjungsi antar kalimat adalah:

  • Biarpun demikian,
  • Biarpun begitu,
  • Sekalipun demikian,
  • Sekalipun begitu,
  • Walaupun demikian,
  • Sesudah itu,
  • Setelah itu,
  • Sesungguhnya,
  • Bahwasanya,

Bitulah penjelasan menenai konjungsi dalam bahasa Indonesia. Apakah kamu sudah bisa memahami apa itu konjungsi setelah melihat membaca artikel di atas? Sekarang kamu sudah tahu kan jenis-jenis kata hubung yang serin kita gunakan sehari-hari. Jadi coba kamu identifikasikan kata hubung yang kamu temui untuk lebih paham lagi. Jangan lupa belajar ya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Chat Admin